Opening Hours : 10am - 10pm
Family Entertainment & Lifestyle Centre
Thu, 21 February 2019
Sejarah Hamburger
Informasi
Sejarah Hamburger
Thu, 03 Jan 2019 | 15:13 - www.indogastronomi.wordpress.com

HAMBURGER (atau seringkali disebut dengan burger) adalah sejenis makanan berupa roti berbentuk bundar yang diiris dua dan ditengahnya diisi dengan patty yang biasanya diambil dari daging, sayur-sayuran, tomat, bombay. Sebagai sausnya, burger diberi berbagai jenis saus seperti mayonaise, sous tomat. Beberapa varian burger juga dilengkapi keju, asinan, serta bahan pelengkap lain sosis dan ham.

 

Banyak orang keliru dan mengira bahwa nama Hamburger berasal dari kata “Ham”, namun sebenarnya namanya berasal dari Hamburg, tempat makanan ini berasal. Dari kota kedua terbesar dijerman banyak penduduknya yang beremigrasi ke amerika menyebarkan pembuatan burger ke sana. Hanyalah sebuah kebetulan bahwa kata “ham” yang dalam inggris daging asap bunyi yang hampir serupa dengan Hamburger, faktanya hamburger tidak mengandung ham(meskipun ada juga restoran yang menambahkan irisan ham pada burger mereka untuk menambah cita rasa).

 

Jadi secara harafiah dapat disimpulkan bahwa arti kata Hamburger berarti “makanan yang berasal dari Hamburg” dan bukan berarti “makanan yang mengandung Ham”. Namun pada praktiknya burger atau hamburger lebih sering diartikan sebagai sandwich atau jenis roti isi lainnya yang berbentuk bulat. Dalam masyarakat kata burger sudah lebih melekat sebagai jenis makanannya daripada asal muasal dan pencipta dari burger.

 

Ada beberapa versi dari sejarah penciptaan burger, penganan ini awalnya adalah makanan khas bangsa tartar, yaitu berupa daging cincang yang disantap mentah-mentah dengan perasan jeruk. Bangsa tartar merupakan bangsa nomaden yang sering melakukan perjalanan jauh menunggang kuda, sehingga daging yang mereka bawa sering menjadi keras dan tak layak konsumsi, maka merekapun mengakalinya dengan meletakkan daging di bawah sadel kuda mereka. setelah melakukan perjalanan jauh ternyata daging tersebut masih hangat dan tidak menjadi dingin, maka daging tersebut langsung disantap dengan tanpa dimasak dan hanya diberi sedikit perasan jeruk nipis.

 

Hidangan yang terkenal lezat dari asia tengah  ini kemudian dibawa oleh para pelaut Eropa ke negaranya, tepatnya ke kota hamburg karena masyarakat di sana pada umumnya mengganggap bahwa mereka adalah bangsa yang beradab, mereka menolak memakan daging yang tak dimasak, maka daging khas tartar tersebut mereka masak terlebih dahulu sebelum disantap dengan cara dibakar atau digoreng, ternyata masakan ini sangat disukai berbagai orang. Sampai saat ini sebagian orang tetap lebih menyenangi menyantapnya mentah-mentah. Inilah asal mula daging burger.

 

Sedangkan untuk hamburger yang kita kenal bentuknya sekarang, yaitu yang berupa daging yang disantap dengan roti, berasal dari amerika, para imigran dari Hamburg memperkenalkan daging burger mereka ke orang Amerika. Di sana daging ini diberi nama hamburg steak dan daging ini masih disantap seperti layaknya menyantap steak.

 

Menurut para penduduk Hamburg, new york, sebuah kawasan yang diberi nama seperti kota hamburg di Jerman, makanan ini ditemukan oleh dua bersaudara dari Ohio, Frank dan Charles Menches, menurut legenda, mereka merupakan penjaja makanan di pinggir jalan yang menjual sanwidch, karena suatu hari mereka kehabisan sosis, maka mereka menggunakan daging sapi cincang sebagai pengganti sosis untuk isi dari sandwich mereka. Dan penggunaan daging sapi ini ternyata ditanggapi dengan baik oleh konsumen mereka.

 

Menurut Komunitas Sejarah Seymour di winconsin, mereka menyebutkan nama Charlie Nagreen sebagai pencipta hamburger. Nama Charlie Nagreen sekarang identik dipanggil “Hamburger Charlie”. Ia berjualan sandwich yang diisi dengan bakso saat ia berusia 15 tahun di Seymour Fair pada tahun 1885. Karena jualannya kurang sukses, ia menemukan sebabnya, karena pelanggan tidak dapat berjalan berkeliling sambil makan, maka ia memipihkan bakso yang dijualnya dan meletakkannya di antara irisan roti, ternyata hal ini sukses dan mampu menarik perhatian konsumen, karena hidangan hamburg steak populer saat itu, Charlie Nagreen pun memberi nama Hamburger pada penganan temuannya itu. Sejak itu ia selalu kembali tiap tahun ke Seymour Fair untuk berjualan hamburger, sampai saat kematiannya pada tahun 1951.

 

Menurut Perpustakaan Kongres Amerika dan Pemerintahan connecticut, hamburger pertama dijual pada tahun 1895 oleh Louis Lassen di rumah makannya, Louise’s Lunch di New Haven, connecticut, majalah new york bahwa awalnya makanan ini tak diberi nama, hingga saat beberapa pelaut dari hamburg singgah ke restoran itu dan menamai menu tersebut hamburger.

Seorang sejarawan texas Frank X. Tolbert menyatakan bahwa penemuan hamburger dilakukan oleh Fletcher Davis dari Athens, texas. Ia percaya bahwa Davis mulai menjual hamburger di kiosnya di Athens sejak akhir tahun 1880an, dan memperkenalkan hamburger ke St.Louis Fair pada tahun 1904.

 

Di berbagai negara, banyak yang memvariasikan burger hingga sesuai dengan cita rasa mereka sendiri, ada yang mengganti penggunaan daging sapi dengan daging babi, cumi-cumi, ikan, bahkan udang dan lobster juga pernah digunakan. Beberapa contoh burger yang cukup unik adalah Rice Burger, makanan ini ditemukan di jepang, china, dan taiwan, mereka menggunakan nasi sebagai pengganti roti pada burger mereka. Beberapa orang juga memvariasikan burger vegetarian dengan mengganti penggunaan daging pada burger dengan gluten, juga ada Tofu burger yang menggunakan tahu sebagai pengganti daging.

 

Selain dipasarkan dalam kondisi siap saji, burger juga banyak dijual dalam bentuk makanan setengah jadi yaitu berupa daging burger yang dikemas dalam kemasan plastik vakum (vacuum pack). Burger seperti ini banyak dijual di supermarket.

Ada beberapa pengusaha indonesia yang mengusahakan pembuatan burger lokal khas Indonesia yang lebih akrab dengan lidah masyarakat kita, di antaranya adalah Blenger Burger dengan menu andalan Cheese Burger mereka, selain itu juga ada Klenger Burger, dan Edam Burger yang sukses menembus pasar timur tengah.

Di Indonesia juga ada variasi tempe burger yang menggunakan tempe sebagai pengganti daging pada burger, dan burger batok, sebuah burger yang dimasak dengan cara dikukus dalam batok kelapa, sehingga membuat aroma dan rasa khas yang nikmat.

UPCOMING EVENTS
  • 2 Februari 2019 - 24 Februari 2019
  • 10:00 - 22:00
  • 2 Februari 2019 - 2 Februari 2019
  • 10:00 - 22:00
  • 26 Desember 2018 - 30 Desember 2018
  • 10:00 - 22:00
  • MORE EVENTS
    LATEST ARTICLES
    Informasi
    Mon, 04 Feb 2019 | 14:46 | www.masakapahariini.com
    Informasi
    Thu, 03 Jan 2019 | 15:13 | www.indogastronomi.wordpress.com
    Informasi
    Tue, 04 Dec 2018 | 17:42 | www.masakapahariini.com
    UPCOMING EVENTS
    PT. NUSAPLAZA INDAH
    Food Centrum, Lantai 3 (Roof Top). Kompleks Rukan Puri Mutiara Blok BA-BB-BC
    Jl. GriyaUtama, Sunter - Jakarta 14350. Telp : (021) 2968 9888 - Fax : (021) 2968 9887 - Email : info[at]foodcentrum.com
    Website Security Test
    Copyright © Food Centrum | All Right Reserved
    Developed & Managed by MaliniArt Studio